Source of Wisdom

Zhu Ge Liang

Sudah lama saya tidak menulis catatan…. malam ini ketika mencari data tambahan dalam perkuliahan, penulis menemukan jawaban dari sebuah pertanyaan yang muncul setelah penulis melihat film “Red Cliff”. Bagi teman-teman sekalian yang pernah melihat film Red Cliff 1 & 2, pasti menemukan keseruan, kecerdasan dan ketangkasan mengatur strategi dari seorang ahli strategi bernama Zhuge Liang. Begitu mempesonanya film tersebut dikemas, sehingga kita dapat menikmati “SENI” pertarungan manajemen strategic di dalamnya. Setelah melihat kedua film tersebut, dalam benak saya pernah muncul pertanyaan “Ini diangkat dari sebuah kisah nyata atau tidak ya……?” Teman-teman di tempat kuliah ada yang menjawab “bukan”, ini hanyalah sebuah cerita saja. tapi ada juga yang menjawab “mungkin saja”.

Catatan : Kalau ingin tahu dimana serunya, Lebih baik teman-teman yang belum melihat film Red Cliff, coba lihat dulu film red cliff-nya agar tahu kenikmatan melihat pertarungan strateginya.

Nah ketika mencoba mencari data, penulis menemukan kalau ternyata Zhuge Liang adalah seorang tokoh yang sangat dikagumi di Cina. dan memang dia terkenal karena kehandalannya membuat strategi.
Ketika mencoba membaca data-data sejarah kerjaan Cina di abad ke-3, ternyata strategi yang dibuat oleh Zhuge Liang cukup banyak dan luar biasa bagusnya. (akan saya tulis dicatatan berikutnya tentang strategi-strategi yang pernah dibuat oleh Zhuge Liang tapi tidak tertampilkan di film Red Cliff).
Semakin mempelajari sejarahnya, membuat saya termotivasi untuk belajar lebih semangat menjadi orang besar yang memiliki karya besar hingga terukir dalam sejarah. Ketika kita ingin jadi orang yang memiliki banyak karya atau menjadi orang yang besar, ada beberapa cara, diantaranya adalah melihat bagaimana proses seseorang tadi menjadi orang besar, atau bagaimana ketika dia jadi orang besar, atau juga apa ilmu yang diajarkan dia saat dia menjadi orang besar.

Menurut saya, orang seperti Zhuge Liang pasti berusaha menurunkan ilmunya pada seseorang, dan dia pasti telah belajar dari pengalaman-pengalaman selama hidupnya ketika mengajarkan ilmu tersebut. oleh karena itu, Mari kita simak bagaimana Kong Ming (nama aslinya Zhuge Liang (諸葛亮), ahli strategi militer kerajaan Shu pada zaman Samkok, abad ke-3) yang tersohor itu mendidik puteranya:

Pelajaran ke-1: Kekuatan Hening

Zhuge Liang mengingatkan kepada putranya, ketenangan, berpikir dengan tenang dan instrospeksi, baru bisa mengultivasi jiwa dan raga. Jika tak ada ketenangan, tak akan mampu merencanakan masa depan dengan efektif.

Selain itu persyaratan utama dalam pendidikan ialah, memiliki suasana tenteram. Orang zaman sekarang kebanyakan seharian sibuk, bukankah sebaiknya Anda di dalam kesibukan dapat menenangkan diri Anda, renungkan sejenak arah kehidupan manusia?

Pelajaran ke-2: Kekuatan Berhemat

Ia menasehati putranya agar berhemat, untuk pembinaan moralitas diri sendiri. Dengan seksama mengatur aset, mempertimbangkan pemasukan ketika mengeluarkan uang, selain bisa lolos dari kerisauan dalam berhutang, malah bisa hidup dengan sederhana dan berdisiplin, tak diperbudak oleh materi.

Di dalam masyarakat beradab yang merangsang orang untuk konsumtif, apakah Anda pernah berpikir tentang manfaat berhemat?

Pelajaran ke-3: Kekuatan Perencanaan

Menasehati putranya dalam kehidupan harus ada rencana, jangan dalam segala hal mengutamakan nama dan kepentingan, baru bisa paham tentang tujuan hidup diri sendiri.

Dalam menghadapi masa depan, apakah Anda memiliki idealisme? Apakah Anda memiliki misi? Apakah Anda memiliki pandangan hidup sendiri?

Pelajaran ke-4: Kekuatan Belajar

Menasehati putranya tentang suasana yang tenang sangat bermanfaat dalam belajar, tentu diiringi dengan suasana jiwa yang tenang dan damai, akan semakin melipat-gandakan hasil.

Zhuge Liang bukan penganut teori bakat, ia percaya ketrampilan adalah hasil dari belajar. Sudahkah Anda sepenuh hati dalam belajar? Apakah Anda percaya mau bergiat baru ada sukses?

Pelajaran ke-5: Kekuatan Nilai Tambah

Ia mengingatkan putranya, investasi di dalam kehidupan, hendak mempunyai nilai tambah harus mempunyai tekad dahulu, tidak mau belajar dengan giat, maka tidak bisa menambah ketrampilan diri sendiri.

Akan tetapi, di dalam proses belajar, tekad dan keuletan sangatlah penting. Karena kekurangan kekuatan tekad, bisa gagal di tengah jalan.
Pernahkah Anda memikirkan, pada awal kegiatan banyak yang datang, tetapi hanya sedikit yang dapat bertahan sampai akhir?

Pelajaran ke-6: Kekuatan Kecepatan

Ia mengingatkan puteranya jika mengulur-ulur setiap permasalahan maka tidak akan mampu menguasai hal krusial dengan cepat.

Komputer telah merakyat yang menandakan zaman kecepatan telah tiba. Tak dinyana, kecerdasan orang arif pada 1.800 tahun silam, kebetulan juga sama dengan zaman sekarang.
Lebih cepat 1 langkah daripada orang lain, selain mudah mencapai idealismenya, juga memiliki waktu yang lebih banyak untuk merevisi dan memperbaikinya.

Pelajaran ke-7: Kekuatan watak

Zhuge Liang mengingatkan puteranya, apabila terlalu terburu nafsu maka tidak dapat menempa watak. Psikiater mengatakan, “Pikiran mempengaruhi tindakan, tindakan mempengaruhi kebiasaan, kebiasaan mempengaruhi watak, watak mempengaruhi nasib.”

Zhuge Liang memahami bahwa di dalam kehidupan diharuskan melakukan bermacam-macam tindakan penyeimbang, harus “gigih dalam mengerjakan sesuatu”, juga sekaligus “membenahi watak”. Bukankah Anda hendak meningkatkan kualitas watak Anda sendiri?

Pelajaran ke-8: Kekuatan Waktu

Ia memperingatkan kepada puteranya bahwa waktu bergulir dengan cepat, tekad kuat bisa saja terkikis habis oleh waktu, “Tidak bergiat di kala muda, duka nestapa di hari tua.”

Manajemen waktu adalah konsep manusia zaman sekarang, coba pikirkan dengan teliti, waktu itu tak mampu diatur, setiap hari 24 jam, tak lebih dan tak kurang. Hanya mengatur diri sendiri dapat memanfaatkan setiap menit dan setiap detik barulah metode terbaik. Coba Anda renungkan, apakah Anda pernah membuang-buang waktu?

Pelajaran ke-9: Kekuatan Daya Imajinasi

mengatakan kepada puteranya bahwa waktu terus berjalan, ketika diri sendiri berubah tidak selaras dengan dunia, menyesalinya kemudian tak juga dapat diperbaiki. Harus mengerti “Persiapan mental setiap saat, apabila terjadi hal tak terduga”, tidak panik di saat bahaya mengancam.

Daya imajinasi lebih berperan dibandingkan dengan ilmu pengetahuan. Sudahkah Anda, dalam berpikir bertitik-tolak dari yang makro, dan menindak-lanjutinya secara mikro, dengan tulus dan sungguh hati merencanakan kehidupan?

Pelajaran ke-10: Kekuatan Yang Sederhana

Selembar surat yang ditulis oleh Zhuge Liang kepada puteranya, hanya menggunakan 86 aksara, dengan ringkas pesan telah tersampaikan.

Saya percaya pengungkapan yang sederhana bersumber dari pikiran yang jernih. Isi yang terlalu bertele-tele, mudah membuat orang jemu. Komunikasi yang sederhana hasilnya lebih efektif.

Apakah Anda memahami konsep komunikasi sederhana dengan “bertutur-kata dan menulis yang berbobot”?

Semoga cerita diatas dapat bermanfaat bagi kita semua…. selamat berkembang menjadi orang-orang besar…. Belajar bagaimana orang besar membuat

 

 

2010 Kitz DesignWho will be left Behind? 2010
Siapa yang akan tertinggal?

 

Tak terasa detik demi detik berlalu begitu cepat, hari berganti hari, bulan-bulan berlalu… Setahun telah berlalu kembali, telah terukir semua kenangan. Pahit manis kehidupan datang dan pergi, suka dan duka mengiringi langkah kita setahun terakhir ini: penghujung tahun 2009

Kini tahun (dan periode) baru telah tiba. Menawarkan berjuta mimpi. Membentangkan selaksa harapan; bukan duka dan kekecewaan. Ini adalah tahun yang menentukan, tahun yang harus penuh kesuksesan!

Kompas-logo-531CF4105A-seeklogo.com embali kita tiba di penghujung tahun, sebuah garis imajiner yang sering dipakai untuk membatasi antara masa lalu dan masa yang akan datang. Sebuah momentum yang dapat digunakan untuk mengubur atau memperbaiki hal-hal yang tidak/kurang baik di tahuntahun sebelumnya untuk kemudian menatap optimis ke depan. Meski kita tahu bahwa tidak perlu menunggu satu tahun untuk melakukan perubahan-perubahan dalam hidup. Ya, setiap saat adalah perubahan.

selamat-tahun-baru-2010_happy-new-year

Hidup adalah Perjuangan.

Mungkin teman-teman sering mendengar atau tidak asing dengan istilah “Stop Dreaming, Start Action!”. Yang artinya adalah Berhenti bermimpi, mari laksanakan. Memang sih kalau mimpi yang dimaksud adalah cuma berkhayal saja, tanpa ada kejelasan cara mencapai, maka saya sepakat untuk menghentikan mimpi. Sebenarnya saya lebih setuju dengan “Start Dreaming, Start Action!“. Ya… mulailah bermimpi dan mulailah bertindak. Karena sering kali orang yang memiliki impian akan muncul tekad dalam bertindak. Dari mimpi (tujuan akhir) kemudian menjadi goal-goal jangka pendek yang bukan lagi mimpi. Lalu bertindaklah. Perjuangkan!

Who will be Left Behind?

Who will be left Behind? atau Siapa yang akan tertinggal di tahun 2010?

Saya mencuplik kalimat diatas dari film 2012, dimana di film (yang cukup aneh)tersebut mengkisahkan hanya beberapa orang yang selamat dari bencana di bumi ini, dan itu berarti ada orang yang tertinggal. Saya tidak pernah melihat langsung film tersebut mulai awal hingga akhir, tapi berdasarkan cerita teman-teman tentang film tersebut, dikisahkan bahwa hanya orang-orang yang terpilihlah yang diselamatkan. orang yang terpilih adalah orang-orang yang terbaik (orang yang pandai, ilmuwan, politikus, orang yang kuat, orang yang secara gen baik, dll). karena orang-orang itu berguna untuk membangun bumi kembali. sedangkan yang lainnya dengan terpaksa harus tertinggalkan. Nah itu di 2012. lantas bagaimana dengan 2010?

Menurut saya akan ada beberapa orang yang tertinggal yaitu :

  1. Orang yang tidak punya Impian (Tujuan Akhir)
    Orang yang tidak punya Impian terbagi menjadi beberapa bagian, yang pertama (a) orang yang masih mencari letak impiannya (masih mengukur minat dan kemampuannya), yang kedua (b) Orang yang tidak punya impian karena Tidak mau punya impian. Orang seperti ini merasa impian itu tidak berguna, atau dia takut terjatuh dari impian yang telah dibuatnya.
    Untuk orang yang type pertama (a), akan masih mempunyai kesempatan untuk tidak tertinggal selama dia punya semangat yang tinggi untuk segera memutuskan kemana impiannya akan di taruh. tapi orang yang type kedua, dimana orang tersebut sudah apatis terhadap impian, maka orang itu tidak akan mengarah kemana-mana, dia tidak akan bergerak kemana-mana. Istilah saya : “kalau anda tidak tahu kemana tujuan anda, maka anda tidak tahu harus berjalan ke arah mana.”
    Ada seorang teman yang bertanya pada saya :
    ”Buat apa membuat impian, kalau impian itu tidak akan tercapai?” Maka saya jawab : “Kalau kamu tidak punya impian (tujuan), lantas bagaimana cara kamu tahu kalau kamu mencapai sesuatu?” adanya impian yang akhirnya di rubah menjadi tujuan-tujuan jangka pendek, dan diturunkan kembali menjadi sasaran yang terukur, justru dengna itulah kita tahu kita mencapai sesuatu atau tidak. tanpa itu kita tidak tahu kita mengarah kemana.
  2. Orang yang tidak bergerak menuju Impiannya. (Moving forward)
    Kalau anda sudah punya impian, maka bergeraklah ke arah impian tersebut, kalau anda belum tahu caranya, maka cari tahulah bagaimana cara mencapai impian anda. Biasanya orang yang tidak bergerak atau bergerak dengan tersendat-sendat adalah orang yang takut menemui masalah dan takut bahwa apa yang akan ia lakukan akan mengecewakan dirinya sendiri dan orang lain. Menurut saya setiap orang yang punya impian (tujuan) pasti akan punya masalah, karena impiannya belum tercapai. semakin tinggi impian yang anda buat, maka akan smeakin berat pula apa yang akan kita tempuh.

    Vince Thomas Lombardi, seorang pelatih American Football pernah menyatakan:

    Orang yang berhenti tidak pernah menang. Sebaliknya, para pemenang tidak pernah berhenti.

    Tidak. Para pemenang selalu dapat berhenti. Namun mereka berhenti hanya karena sesuatu yang benar dan pada saat yang tepat. Berjalanlah terus untuk mencapai tujuan, jika anda menemui suatu kesalahan HENTIKAN kesalahan tersebut, perbaikilah, dan lajutkan kembali perjuangan anda. Ingat, mungkin anda sendirilah yang paling tahu saat kapan untuk berhenti dan kapan untuk bergerak, karena anda paling mengenal diri dan impian anda. always “Keep Moving Forward”

Tahun baru adalah semangat baru, harapan baru. Mimpi yang terangkai tahun lalu yang belum sempat diwujudkan akan terlaksana di tahun ini. Tahun baru adalah semangat baru, semangat untuk berubah menjadi lebih baik, semangat untuk meraih segala impian karena selalu ada harapan baru.

SELAMAT TAHUN BARU UNTUK REKAN-REKAN DAN SAHABAT SEMUA…
SEMOGA DI TAHUN 2010 INI KITA SEMAKIN SUKSES DAN SEMAKIN BANYAK KARYA YANG DAPAT KITA UKIR.

Kini tahun (dan periode) baru telah tiba. Menawarkan berjuta mimpi. Membentangkan selaksa harapan; bukan duka dan kekecewaan. Ini adalah tahun yang menentukan, tahun yang harus penuh kesuksesan! (Keep Fight and Keep Moving Forward)

Keep Moving Forward Session 3

Albert Einstein

10 ALBERT EINSTEIN 1879-1955

EinsteinAlbert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20. Cendekiawan tak ada tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori "relativitas"-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang bertautan satu sama lain: teori khusus "relativitas" yang dirumuskannya tahun 1905 dan teori umum "relativitas" yang dirumuskannya tahun 1915, lebih terkenal dengan hukum gaya berat Einstein. Kedua teori ini teramat rumitnya, karena itu bukan tempatnya di sini menjelaskan sebagaimana adanya, namun uraian ala kadarnya tentang soal relativitas khusus ada disinggung sedikit. Pepatah bilang, "semuanya adalah relatif." Teori Einstein bukanlah sekedar mengunyah-ngunyah ungkapan yang nyaris menjemukan itu. Yang dimaksudkannya adalah suatu pendapat matematik yang pasti tentang kaidah-kaidah ilmiah yang sebetulnya relatif. Hakikatnya, penilaian subyektif terhadap waktu dan ruang tergantung pada si penganut. Sebelum Einstein, umumnya orang senantiasa percaya bahwa dibalik kesan subyektif terdapat ruang dan waktu yang absolut yang bisa diukur dengan peralatan secara obyektif. Teori Einstein menjungkir-balikkan secara revolusioner pemikiran ilmiah dengan cara menolak adanya sang waktu yang absolut. Contoh berikut ini dapat menggambarkan betapa radikal teorinya, betapa tegasnya dia merombak pendapat kita tentang ruang dan waktu.

Bayangkanlah sebuah pesawat ruang angkasa –sebutlah namanya X–meluncur laju menjauhi bumi dengan kecepatan 100.000 kilometer per detik. Kecepatan diukur oleh pengamat, baik yang berada di pesawat ruang angkasa X maupun di bumi, dan pengukuran mereka bersamaan. Sementara itu, sebuah pesawat ruang angkasa lain yang bernama Y meluncur laju pada arah yang sama dengan pesawat ruang angkasa X tetapi dengan kecepatan yang berlebih. Apabila pengamat di bumi mengukur kecepatan pesawat ruang angkasa Y, mereka mengetahui bahwa pesawat itu melaju menjauhi bumi pada kecepatan 180.000 kilometer per detik. Pengamat di atas pesawat ruang angkasa Y akan berkesimpulan serupa.

Nah, karena kedua pesawat ruang angkasa itu melaju pada arah yang bersamaan, akan tampak bahwa beda kecepatan antara kedua pesawat itu 80.000 kilometer per detik dan pesawat yang lebih cepat tak bisa tidak akan bergerak menjauhi pesawat yang lebih lambat pada kadar kecepatan ini.

Tetapi, teori Einstein memperhitungkan, jika pengamatan dilakukan dari kedua pesawat ruang angkasa, mereka akan bersepakat bahwa jarak antara keduanya bertambah pada tingkat ukuran 100.000 kilometer per detik, bukannya 80.000 kilometer per detik.

Kelihatannya hal ini mustahil. Kelihatannya seperti olok-olok. Pembaca menduga seakan ada bau-bau tipu. Menduga jangan-jangan ada perincian yang disembunyikan. Padahal, sama sekali tidak! Hasil ini tidak ada hubungannya dengan tenaga yang digunakan untuk mendorong mereka.

Tak ada keliru pengamatan. Walhasil, tak ada apa pun yang kurang, alat rusak atau kabel melintir. Mulus, polos, tak mengecoh. Menurut Einstein, hasil kesimpulan yang tersebut di atas tadi semata-mata sebagai akibat dari sifat dasar alamiah ruang dan waktu yang sudah bisa diperhitungkan lewat rumus ihwal komposisi kecepatannya.

Tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun orang menjauhi "teori relativitas" bagaikan menjauhi hipotesa "menara gading," seolah-olah teori itu tak punya arti penting samasekali. Tak seorang pun –tentu saja tidak– membuat kekeliruan hingga tahun 1945 tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu kesimpulan "teori relativitas" Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E Hiroshimamenunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena c adalah sama dengan 180.000 kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak tepermanai besar jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.

Orang karuan saja tak bakal bisa membikin sebuah bom atom atau pusat tenaga nuklir semata-mata berpegang pada rumus E = mc2. Haruslah dikaji pula dalam-dalam, banyak orang memainkan peranan penting dalam proses pembangkitan energi atom. Namun, bagaimanapun juga, sumbangan pikiran Einstein tidaklah meragukan lagi. Tak ada yang cekcok dalam soal ini. Lebih jauh dari itu, tak lain dari Einstein orangnya yang menulis surat kepada Presiden Roosevelt di tahun 1939, menunjukkan terbukanya kemungkinan membikin senjata atom dan sekaligus menekankan arti penting bagi Amerika Serikat selekas-lekasnya membikin senjata itu sebelum didahului Jerman. Gagasan itulah kemudian mewujudkan "Proyek Manhattan" yang akhirnya bisa menciptakan bom atom pertama.

"Teori relativitas khusus" mengundang beda pendapat yang hangat, tetapi dalam satu segi semua sepakat, teori itu merupakan pemikiran yang paling meragukan yang pernah dirumuskan manusia. Tetapi, tiap orang ternyata terkecoh karena "teori relativitas umum" Einstein merupakan titik tolak pikiran lain bahwa pengaruh gaya berat bukanlah lantaran kekuatan fisik dalam makna yang biasa, melainkan akibat dari bentuk lengkung angkasa luar sendiri, suatu pendapat yang amat mencengangkan!

Bagaimana bisa orang mengukur bentuk lengkung ruang angkasa?

Einstein bukan sekedar mengembangkan secara teoritis, melainkan dituangkannya ke dalam rumusan matematik yang jernih dan jelas sehingga orang bisa melakukan ramalan yang nyata dan hipotesanya bisa diuji. Pengamatan berikutnya –dan ini yang paling cemerlang karena dilakukan tatkala gerhana matahari total– telah berulang kali diyakini kebenarannya karena bersamaan benar dengan apa yang dikatakan Einstein.

Teori umum tentang relativitas berdiri terpisah dalam beberapa hal dengan semua hukum-hukum ilmiah. Pertama, Einstein merumuskan teorinya tidak atas dasar percobaan-percobaan, melainkan atas dasar-dasar kehalusan simetri dan matematik. Pendeknya berpijak diatas dasar rasional seperti lazimnya kebiasaan para filosof Yunani dan para cendekiawan abad tengah perbuat. Ini berarti, Einstein berbeda cara dengan metode ilmuwan modern yang berpandangan empiris. Tetapi, bedanya ada juga: pemikir Yunani dalam hal pendambaan keindahan dan simetri tak pernah berhasil mengelola dan menemukan teori yang mekanik yang mampu bertahan menghadapi percobaan pengujian yang rumit-rumit, sedangkan Einstein dapat bertahan dengan sukses terhadap tiap-tiap percobaan. Salah satu hasil dari pendekatan Einstein adalah bahwa teori umum relativitasnya dianggap suatu yang amat indah, bergaya, teguh dan secara intelektual memuaskan semua teori ilmiah.

Teori relativitas umum juga dalam beberapa hal berdiri secara terpisah. Kebanyakan hukum-hukum ilmiah lain hanya kira-kira saja berlaku. Ada yang kena dalam banyak hal, tetapi tidak semua. Sedangkan mengenai teori umum relativitas, sepanjang pengetahuan, sepenuhnya diterima tanpa kecuali. Tak ada keadaan yang tak diketahui, baik dalam kaitan teoritis atau percobaan praktek yang menunjukkan bahwa ramalan-ramalan teori umum relativitas hanya berlaku secara kira-kira. Bisa saja percobaan-percobaan di masa depan merusak nama baik hasil sempurna yang pernah dicapai oleh sesuatu teori, tetapi sepanjang menyangkut teori umum relativitas, jelas tetap merupakan pendekatan yang paling diandalkan bagi setiap ilmuwan dalam usahanya menuju kebenaran terakhir.

Meskipun Einstein teramat terkenal dengan "teori relativitas"-nya, keberhasilan karyanya di bidang ilmiah lain juga membuatnya tersohor selaku ilmuwan dalam setiap segi. Nyatanya, Einstein peroleh Hadiah Nobel untuk bidang fisika terutama lantaran buah pikiran tertulisnya membeberkan efek-efek foto elektrik, sebuah fenomena penting yang sebelumnya merupakan teka-teki para cerdik pandai. Dalam karya tulisan ilmiah itu Einstein membuktikan eksistensi photon, atau partikel cahaya.

Anggapan lama lewat percobaan yang tersendat-sendat mengatakan bahwa cahaya itu terdiri dari gelombang elektro magnit, dan gelombang serta partikel merupakan konsep yang berlawanan. Sedangkan hipotesa Einstein menunjukkan suatu perbedaan yang radikal dan amat bertentangan dengan teori-teori klasik. Bukan saja hukum foto elektriknya terbukti punya arti penting dalam penggunaan, tetapi hipotesanya tentang photon punya pengaruh besar dalam perkembangan teori kuantum (hipotesa bahwa dalam radiasi, energi elektron dikeluarkan tidak kontinyu melainkan dalam jumlah tertentu) yang saat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari teori itu.

Dalam hal menilai arti penting Einstein, suatu perbandingan dengan Isaac Newton merupakan hal menyolok. Teori Newton pada dasarnya mudah dipahami, dan kegeniusannya sudah tampak pada awal mula perkembangan. Sedangkan "teori relativitas" Einstein teramat sulit dipahami biarpun lewat penjelasan yang cermat dan hati-hati. Lebih-Lebih rumit lagi jika mengikhtisarkan aslinya! Tatkala beberapa gagasan Newton mengalami benturan dengan gagasan ilmiah pada jamannya, teorinya tak pernah tampak luntur atau goyah dengan pendiriannya. Sebaliknya, "teori relativitas" penuh dengan hal yang saling bertentangan. Ini merupakan bagian dari kegeniusan Einstein bahwa pada saat permulaan, ketika gagasannya masih merupakan hipotesa yang belum diuji yang dikemukakannya selaku orang muda belasan tahun yang samasekali tidak dikenal, dia tak pernah membiarkan kontradiksi yang nyata-nyata ada ini dan mencampakkan teorinya. Sebaliknya malahan dia dengan sangat cermat dan hati-hati merenungkan terus hingga ia mampu menunjukkan bahwa kontradiksi ini hanya pada lahirnya saja sedangkan sebenarnya tiap masalah selalu tersedia untuk memecahkan kontradiksi itu dengan cara yang halus namun cerdik dan tegas.

Kini, kita anggap teori Einstein itu pada dasarnya lebih "correct" ketimbang teori Newton. Jika begitu halnya kenapa Einstein ditempatkan Lebih bawah dalam daftar tingkat urutan buku ini?

Alasannya tersedia. Pertama, teori-teori Newtonlah yang merupakan peletak dasar dan batu pertama ilmu pengetahuan modern dan teknologi. Tanpa karya Newton, kita tidak akan menyaksikan teknologi modern sekarang ini. Bukannya Einstein.

Ada lagi faktor yang menyebabkan mengapa kedudukan Einstein dalam urutan seperti yang pembaca saksikan. Dalam banyak hal, perkembangan suatu ide melibatkan sumbangan pikiran banyak orang. Ini jelas sekali misalnya dalam ihwal sejarah sosialisme, atau dalam pengembangan teori listrik dan magnit. Meskipun Einstein tidak 100% merumuskan "teori relativitas" dengan otaknya sendiri, yang sudah pasti sebagian terbesar memang sahamnya. Adalah adil mengatakan bahwa ditilik dari perbandingan arti penting ide-ide lain, teori-teori relativitas terutama berasal dari kreasi seorang, si genius dan si jempolan, Einstein.

Einstein2
Einstein mendiskusikan teori-teorinya.

Einstein lahir tahun 1879, di kota Ulm, Jerman. Dia memasuki perguruan tinggi di Swiss dan menjadi warganegara Swiss tahun 1900. Di tahun 1905 dia mendapat gelar Doktor dari Universitas Zurich tetapi (anehnya) tak bisa meraih posisi akademis pada saat itu. Di tahun itu pula dia menerbitkan kertas kerja perihal "relatif khusus," perihal efek foto elektrik, dan tentang teori gerak Brown. Hanya dalam beberapa tahun saja kertas-kertas kerja ini, terutama yang menyangkut relativitas, telah mengangkatnya menjadi salah seorang ilmuwan paling cemerlang dan paling orisinal di dunia. Teori-teorinya sangat kontroversial. Tak ada ilmuwan dunia kecuali Darwin yang pernah menciptakan situasi kontroversial seperti Einstein. Akibat itu, di tahun 1913 dia diangkat sebagai mahaguru di Universitas Berlin dan pada saat berbarengan menjadi Direktur Lembaga Fisika "Kaisar Wilhelm" serta menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia. Jabatan-jabatan ini tidak mengikatnya untuk sebebas-bebasnya mengabdikan sepenuh waktu melakukan penyelidikan-penyelidikan, kapan saja dia suka.

Pemerintah Jerman tidak menyesal menyiram Einstein dengan sebarisan panjang kedudukan yang istimewa itu karena persis dua tahun kemudian Einstein berhasil merumuskan "teori umum relativitas," dan tahun 1921 dia memperoleh Hadiah Nobel. Sepanjang paruhan terakhir dari kehidupannya, Einstein menjadi buah bibir dunia, dan hampir dapat dipastikan dialah ilmuwan yang masyhur yang pernah lahir ke dunia.

Karena Einstein seorang Yahudi, kehidupannya di Jerman menjadi tak aman begitu Hitler naik berkuasa. Di tahun 1933 dia hijrah ke Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, bekerja di Lembaga Studi Lanjutan Tinggi dan di tahun 1940 menjadi warga negara Amerika Serikat. Perkawinan pertama Einstein berujung dengan perceraian, hanya perkawinannya yang kedua tampaknya baru bahagia. Punya dua anak, keduanya laki-laki. Einstein meninggal dunia tahun 1955 di Princeton.

Einstein senantiasa tertarik pada ihwal kemanusiaan dunia di sekitarnya dan sering mengemukakan pandangan-pandangan politiknya. Dia merupakan pelawan teguh terhadap sistem politik tirani, seorang pendukung gigih gerakan Pacifis, dan seorang penyokong teguh Zionisme. Dalam hal berpakaian dan kebiasaan-kebiasaan sosial dia tampak seorang yang individualistis. Suka humor, sederhana dan ada bakat gesek biola. Tulisan pada nisan makam Newton yang berbunyi: "Bersukarialah para arwah karena hiasan yang ditinggalkannya bagi kemanusiaan!" sebetulnya lebih kena untuk Einstein.


Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat

Perjuangan hidup, dalam kebanyakan hal, dilalui dengan penuh liku, bagaikan mendaki bukit tinggi yang terjal, menang tanpa perjuangan panjang bagaikan menang tanpa kebanggaan. Jika tidak ada kesukaran, tidak ada kesuksesan. Jika tidak ada sesuatu yang diperjuangkan, tidak ada yang akan dicapai. Kesukaran mungkin menakutkan bagi orang yang lemah. Namun memberikan perangsang menyegarkan bagi orang yang tegas dan berani. Segala pengalaman hidup memang berperan membuktikan bahwa rintangan yang menghalangi kemajuan manusia mungkin, pada umumnya, dapat diatasi dengan perilaku yang baik, semangat yang jujur, aktifitas, ketabahan, dan kebulatan tekad mengatasi kesulitan. – Edmund Burke

Untuk saudara yang sedang membutuhkan artikel ini….
Membiasakan Pengendalian Diri
Saya yakin, tidak ada kesuksesan yang didapat tanpa usaha, kerja keras, dan disiplin diri yang tinggi. Dan tidak ada kesuksesan yang bertahan lama tanpa dedikasi, profesionalisme dan integritas yang tinggi.
Tapi percaya atau tidak percaya, penentu akhir dari semua kesuksesan ataupun setiap keputusan yang akan menghasilkan kesuksesan tersebut, bukanlah semua hal di atas.
Penentu akhir dari kesuksesan adalah kemampuan untuk mengendalikan diri.
Terdengar sederhana, terkesan mudah, tapi coba lakukan dengan refleks penuh, maka saya yakin kita semua sependapat, mengendalikan diri adalah hal tersulit.
Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, dan banyak lagi lainnya.
Mengendalikan diri juga termasuk tidak memikirkan keuntungan diri sendiri, tidak membeli sesuatu hanya karena kesenangan dan keinginan semata, tidak mengeluh dan marah – marah tak jelas saat segalanya berjalan buruk, tidak takut salah dan kalah, tidak mengundur – undur segala hal yang harus diselesaikan sekarang, tidak terlambat saat janji, tidak moody, dan lainnya.
Belum disebut semua saja, saya sudah menahan nafas karena rasanya di kepala saya terdengar suara.."itu semua kekurangan yg disebutin…., gue banget…"🙂
Mengendalikan diri saya katakan sebagai hal tersulit, karena lawan yang dihadapi adalah diri sendiri.
Apakah kita akan mampu mengalahkan semua ego dan sifat buruk yang mendegradasi kemampuan kita, atau justru terbawa arus yang akhirnya akan menghancurkan semua sikap positif yang telah di bangun bertahun – tahun.
Sebagaimana kita ketahui, memandang gajah di seberang sangatlah mudah, tapi memandang semut di pelupuk mata sangatlah sulit. Maka begitu juga yang terjadi, saat memandang dan mencari kesalahan orang lain adalah mudah, tapi melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri adalah sulit.
Tanpa pengenalan kemampuan serta kekurangan diri yang benar, saya yakin kita tidak akan bisa mengendalikan diri sendiri.
Biasanya pengendalian diri yang tersulit justru saat posisi kita sedang nyaman.
Segalanya ada di tangan, dan semuanya hampir tercapai. Ibaratnya tinggal satu sentuhan terakhir.
Mengapa? Karena cenderungnya saat segalanya berada dalam kendali kita, maka kita merasa berkuasa dan merasa semua yang kita putuskan akan menjadi benar.
Dan ibaratnya sedang bermain Uno Sticko (betul tidak ya tulisannya?), satu langkah salah, maka semua susunan akan rubuh tak bersisa.
Tanpa pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada keputusan akhir yang bijaksana, taktis, dan sukses.
Mungkin untuk lebih pastinya, tanpa membiasakan diri dengan pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada refleks untuk membuat keputusan dan bertindak penuh kebijaksanaan, taktis, dan sukses.
Mengapa saya menggunakan kata ‘membiasakan diri’ sebelum ‘pengendalian diri’?
Karena sangat perlu untuk membiasakan diri untuk menciptakan refleks tersebut pada saat – saat yang menentukan. Sebagaimana kita ketahui, 90% saat yang menentukan, datang tiba – tiba dan tanpa aba – aba.
Hanya satu kali, dan setelah itu berlalu, maka lewat dan selesailah sudah. Kita sukses atau gagal.
Kita semua juga tahu, tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Maka jauh lebih penting untuk mempersiapkan apa yang belum dan akan terjadi. Itulah di mana fungsi membiasakan untuk menciptakan refleks itu diperlukan.
Pengendalian diri tanpa membiasakan diri adalah sama seperti orang sakit flu yang pantang makan ice cream. Begitu sakitnya hilang, ia lupa, dan makan ice cream lagi banyak – banyak.
Kesalahan yang sama memiliki tingkat persentase yang lebih tinggi untuk terulang kembali. Begitu juga dengan ketidaksuksesan dan kegagalan.
Sedangkan orang yang terbiasa mengendalikan diri adalah orang yang mengetahui takaran secara refleks kapan, di mana, dan seberapa banyak ice cream yang bolek ia nikmati. (Ia nikmati, bukan ia makan)
Kesalahan dan ketidaksuksesan memiliki persentase yang sangat kecil hingga tidak mungkin, untuk bisa terulang lagi.
Dan satu yang pasti, percaya atau tidak percaya, dengan membiasakan untuk mengendalikan diri, maka kita telah mengerjakan separuh dari usaha, kerja keras, disiplin diri, dedikasi, profesionalisme, dan integritas diri yang diperlukan untuk mencapai sebuah kesuksesan.
Tentu saja kesuksesan yang saya maksud adalah sukses dalam segala bidang termasuk usaha dan pekerjaan, hubungan antar manusia, dan yang paling berarti, yaitu: hidup.

Article for Simplight’s Blog – Business Section.
What we thought and believe. (By Vilia)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Orang yang tahu takkan lebih baik dari orang yang mengerti.
Orang yang mengerti takkan lebih baik dari orang menghayati.
Orang yang menghayati takkan lebih baik dari orang yang terbiasa.
Bisa karena terbiasa. Dan terbiasa karena bisa."
"Dengan terbiasa untuk mengendalikan diri, kamu ibarat seseorang yang terbiasa mengendarai kendaraan.
Hanya perlu memikirkan hendak pergi ke mana, bukan sibuk memikirkan bagaimana cara mengendarai kendaraan yang kamu naiki."

Tingkah laku diri anda… adalah anda sendiri yang menentukannya…….

Ada sebuah kalimat bijak yang hampir telupakan dalam benak saya akhir-akhir ini, kalimat itu berbunyi "hidup adalah memaknai".
Kalimat bijak itu saya baca dari sebuah Blog di internet…….. tapi saya lupa blognya apa…..
Kalimat itu singkat, simple dan sekejab telinga mendengar barangkali tak akan langsung tertangkap maknanya. Namun jika terekam terus dalam otak dan jika mau saja meluangkan sedikit waktu untuk sekadar mendalami makna kalimat itu, ada sebuah filosofi hidup yang cukup menarik didalamnya.
Memaknai setiap detik, waktu yang kita lalui dalam hidup, dalam hal apa saja, dalam bidang apa saja, dan dengan siapa saja. Idealnya selalu berbuat baik, berusaha menyenangkan setiap orang–siapapun.
Agak sulit barangkali, jika kita sadari bahwa kita adalah manusia yang bagaimanapun memiliki sejuta rasa. Ada kelelahan, ada keinginan untuk timbal-balik, belum lagi kelabilan yang setiap saat dapat merubah apapun yang sudah terencana.
Tapi, itu lah "seni"nya hidup, filosofi yang bisa dijadikan alasan untuk berpijak bisa terinspirasi dari siapapun, apapun. Tetap yang menjalani adalah pribadi kita sendiri, cara kita sendiri, sistem yang kita bentuk sendiri.
Cobalah kita maknai hidup ini untuk membangun sebuah masyarakat yang baik.

 

Hidup adalah Perjuangan
dalam perjuangan pasti penuh tantangan dan membawa permasalahan
permasalahan tersebut pasti memberikan tekanan pada manusia yang menerimanya
dan "manusia unggulan" lah yang dapat memberikan solusi

“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Untuk saudara-saudaraku sekalian, hidup memang tidak lepas dari berbagai ujian, cobaan ataupun tekanan. Lebih-lebih hidup di dalam jaman modern yang menyuguhkan berbagai pilihan hidup dengan berbagai risikonya. Alarm modern menawarkan kemudahan, namun juga menyuguhkan perubahan yang cepat dan tak jarang mengagetkan.
Banyaknya pilihan dalam hidup akan memberikan dampak dan tekanan yang berbeda-beda. Tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. dari sebuah artikel, ternyata ada klasifikasi orang dalam menghadapi tekanan. cara menyikapi tekanan tersebut terbagi menjadi 4 yaitu :

Tipe pertama, tipe kayu rapuh.

Kayu yang rapuh

Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang.
Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan.

Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi.

Lempeng Besi

Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya.
Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas.

Kapas

Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan.
Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong.

Pingpong

Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat.

Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.
Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya.
Contoh lain adalah seorang sales bernama Bill Porter. Dia adalah orang yang cacat, cara berjalan dan cara bicaranya cukup berbeda dengan cara bicara orang biasa. namun dengan kesabaran dan kegigihannya (Patient and persistence) dia berhasil menjadi top sales of the year. (small) buat teman yang tertarik, coba deh lihat film tentang dirinya yg berjudul "door to door" mungkin teman-teman dapat menarik hikmah jauh lebih dalam ketika melihat filmnya

(Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin)
Nah, saudara, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Tiap manusia selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang luar biasa. Ia akan melakukan segala upaya demi tercapainya cita-cita. Tak peduli kuatnya tembok penghalang, mimpi-mimpi itu harus ia raih. Segala keterbatasan akan dicarikan jalan keluarnya. Dorongan ambisi membangunkan kekuatan yang terpendam. Roh semangat melejit hingga kelangit. Langkah kehidupan bz161kian terarah. Semakin jelas arah tujuan.
Rendah cita-cita menandakan watak manusia biasa. Manusia tanpa segudang prestasi. Terbiasa dengan bahasa ala kadarnya. Bekerja tanpa target dan ambisi. Enggan memeras keringat. Terbiasa duduk dalam lamunan. Menghibur diri dengan jutaan angan-angan. Benci dengan adanya perubahan. Bahagia diatas kemapanan. Duduk tenang dengan ongkang-ongkang kaki dan tangan berpangku dagu. Terbiasa dengan kebutuhan yang mudah terpenuhi. Orang-orang biasa hilang kemampuan inovasi. Begitulah orang-orang biasa, senang dengan selimut kenyamanan.
Betapa banyak manusia dihinggapi malas dalam dirinya. Kelengahan diri yang menyebabkan dirinya lalai. Puas dengan prestasi yang sebenarnya biasa-biasa saja. Namun tertipu dengan sikap bangga diri. Kerap kali, kitalah yang menipu diri kita sendiri. Terpedaya dengan pujian yang terlontar dari mulut manusia. Mencukupkan diri pada hasil yang terlalu dini. Lepas dari usaha dan kerja keras.
Setiap manusia memiliki potensi besar. Potensi yang memicunya menjadi pribadi dahsyat. Namun tidak semua manusia bisa menemukan potensinya. Tergantung pada usaha dan kerja kerasnya. Menggali kekuatan yang masih terlelap. Perlu semangat agar potensi itu terbangun dari tidurnya. Kemampuan tersembunyi yang akan melejitkan diri. Sayap-sayap berkepak yang akan membawanya terbang. Terbang merengkuh cita-cita nan tinggi. Cita-citanya yang bersanding dengan bintang-bintang.
Manusia unggulan terbiasa dengan pahit getirnya kehidupan. Badai cobaan dan ujian datang silih berganti. Namun pantang baginya untuk berhenti. Menyerah ditengah perjuangan merupakan aib yang menodai. Bibirnya justru tersenyum berhadapan dengan tantangan. Semangatnya menjulang tinggi. Mentalnya kokoh menancap bumi. Tak goyah walau diterjang api. Siap bertaruh nyali. Tangan mengepal jari. Pandangan tajam lurus kedepan. Bara itu berubah menjadi api. Hembusan angin yang kencang membentuk topan. K ini riak menjadi ombak. Pekik memecah langit. Gemanya membanting tebing-tebing. Manusia unggulan siap maju berperang. Siap menyicipi tusukan ombak dan sayatan pedang. Berperang melawan rintangan yang menghadang. Rintangan yang menghalanginya untuk mencapai mimpi-mimpi.
Manusia unggulan haus akan solusi. Penuh percaya diri. Malu untuk mundur, sebelum ambisi terpenuhi. Berpikir cerdas, membangun kinerja diatas kreativitas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terjadi sepanjang waktu. Manusia terjebak dengan situasi zaman. Mereka dituntut untuk bisa beradaptasi dengan segala situasi. Keadaan dimana manusia bergerak begitu cepat. Konsekuensi dari kemajuan sains yang begitu pesat. Zaman seperti itu mengharuskan manusia berubah. Dan perubahan hanya bisa dilakukan manusia-manusia unggulan.
Catatan diatas, saya kutip dari http://belajarislam.com/
Selamat Berjuang wahai Manusia Unggulan